[ENG/IND] What You’ve Missed on Kung Fu Panda 3 / Apa Yang Anda Lewatkan Dari Kung Fu Panda 3

FullSizeRender

 

[ENG] So, this month we are welcoming 2 spectacular movies which are Batman Vs Superman and Kung Fu Panda 3. I found it’s interesting that both movies talk about 1 question which is “Who am i?” I have watch both of them but today i’d like to share about what i got and what you’ve missed from the movie Kung Fu Panda 3.

Who am i?

As you could see that our hero, Po, finally could accomplished his mission after he found out who he is. But the main question is, “How could you do what you should do if you don’t know who you are?” A fireman needs to know himself to be able to do his works – to act fast once he saw fire on a building. A chef needs to know himself to be able to cook once he saw the ingredients on his table. We can’t expect the chef to know how to handle fire in a building, he probably would just run away and we can’t also expect a fireman to know how to cook meal once he saw lots of mixed ingredients on his table. Everyone has their own identity. What is yours?

“So , God created man in his own image, In the image of God He created him; male and female He created them.” (Genesis 1 : 27)

As the sons and daughters of the Christ, we must know who we are in Christ to be able to walk according to His plans, doing the things we should do. There are too many Christian who’s lost their identity as the image of God. Our identity is our foundation to start everything, so once we’ve lost it – it is impossible for us to be able to do big things that we should be doing right now. People who know their identity as in the image of God will not feel insecure. So when there are some of us are still feeling the insecurity, it means we have no idea who we are in Christ.

I describe myself as :

The Servant of the Most High (Realizing this means i have the conscience that God is the main reason for everything. Only by His grace we could walk our day. Being a servant of The Most High prevents us from being proud, this identity teaches us to humble ourself under the Most High. That everything i do even every articles that i’ve written are all from His wisdom and not mine. This identity could saves us from His wrath and lift us up, for He mocks the proud but gives grace to the humble (Proverbs 3:34). Being a servant of The Most High means that we know well, that there are things that we should be doing according to our Most High God and that means it is not according to us, so we have to prepare ourself to obey.)

The Royal Daughters of King of kings (When we imagine the queen, we usually describe her as a noble woman who has a noble character. Realizing that we are the Royal Daughters of King of Kings will make us think twice to do the un-noble things. As a royal daughter, we have to guard our heart, mind and soul, so our character will be noble in the eyes of The Lord and man. But a royal daughter is not only “good”, but also fierce in establishing her Father’s kingdom. We are going to be the queen someday- if the King is ruling over his country then a queen is taking care of her people. We are called to take care of our King’s kingdom and that won’t happen if we are still acting like a slave or spoiled princess in that kingdom. It’s about time for us to act royal. And beside focusing on the royal daughter – let’s focus on King of kings also, we are the daughter of King of kings, King of kings will always provide the best for His kingdom and more over to His daughter. He is King who never loses on wars because all kings are under Him – so let’s be fearless and take courage for the winning is on our side.)

The Worker of Her Master’s Garden (A worker is she who makes sure that her Master’s garden will always be clean and beautiful, is she who makes sure that every flowers will bloom and every trees will grow. As a woman, we are always a mother whether we have child or not. Because that is our calling with or without children. And to be a mother is the best identity a woman could probably have, it is not a job or part, but it is a trust! A trust from God to handle His children and sheeps in this world. We are to teach everyone in Wisdom, to guide everyone to the Righteous, to educate everyone about Life, and to bring everyone to God. What our children will be, will also be determined by what we taught them to be. And so a mother should be strong in God, full of The Holy Spirit to guide everyone with not only Love but also Wisdom, Courage, Joy, Peace, Patience, Kindness, Goodness, Faithfulness, Gentleness and self-control. (Galatians 5 : 22))

Last but not least,

“But you are a chosen people, a royal priesthood, a holy nation, a people belonging to God, that you may declare the praises of Him who called you out of darkness into His wonderful light. Once you were not a people, but now you are the people of God; once you had not received mercy, but now have received mercy.” (1 Peter 2 : 9)

I’d like to keep this verse to remind me more, like this :

The ones chosen by God, chosen for the high calling of priestly work, chosen to be holy people, God’s instrument to do His works and speak out for Him, to tell others of the night and day the difference He made for me – from nothing to something, from rejected to accepted.

_______

 FullSizeRender[IND] Dalam bulan ini kita disambut dengan 2 film spektakuler yaitu, Batman Vs Superman dan Kung Fu Panda 3. Menarik sekali bahwa kedua film tersebut mengangkat 1 topik yang sama yaitu seputar pertanyaan “Siapakah saya?” Saya telah menonton kedua film tersebut dan ingin membagikan apa yang saya dapatkan tapi Anda lewatkan dari film Kung Fu Panda 3.

Siapakah Saya?

Seperti yang bisa Anda lihat bahwa pahlawan kita yaitu Po akhirnya dapat menyelesaikan misinya setelah mengetahui siapa jati dirinya. Tetapi pertanyaan yang utama sebenarnya adalah, “Bagaimana Anda tahu apa yang seharusnya Anda lakukan jika Anda tidak tahu jati diri Anda?” Seorang pemadam kebakaran harus mengenal jati dirinya untuk dapat melakukan pekerjaannya – untuk dapat bertindak spontan ketika melihat api menjilati sebuah gedung. Seorang koki harus mengenal jati dirinya untuk dapat memasak ketika ia melihat berbagai bahan masakan di atas mejanya. Kita tidak dapat berharap seorang koki tahu cara memadamkan api di sebuah gedung, demikian juga seorang pemadan kebakaran untuk tahu cara memasak bahan-bahan makanan yang ada di atas meja.

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” (Kejadian 1 : 27)

Sebagai anak-anak Kristus, kita harus tahu siapa diri kita di dalam Kristus untuk dapat berjalan sesuai dengan rencana-Nya, melakukan perkara-perkara yang seharusnya kita lakukan. Ada banyak sekali orang Kristen yang kehilangan jati dirinya – dan ketika kita kehilangan jati diri kita, adalah tidak mungkin untuk kita dapat melakukan perkara besar. Orang yang mengenal jati diri mereka dalam Tuhan tidak akan merasa tidak aman dan rendah diri. Sehingga ketika ada banyak dari kita yang masih merasakannya, itu berarti kita tidak memiliki pemahaman sama sekali akan jati diri kita dalam Kristus.

Saya mendeskripsikan diri saya sebagai :

Hamba dari Allah Maha Tinggi (Menyadari hal ini berarti Saya sepenuhnya sadar bahwa Tuhan adalah alasan utama untuk segalanya. Hanya oleh karena kasih karunia-Nya, saya bisa menjalani hari ini. Menjadi hamba dari yang Maha Tinggi juga mencegah kita untuk memegahkan diri, jati diri ini mengajarkan untuk merendahkan hati dan diri di hadapan yang Maha Tinggi. Bahwa segala yang Saya lakukan bahkan seluruh tulisan dalam blog ini adalah oleh hikmat-Nya dan bukan Saya. Jati diri ini menyelamatkan kita secara pribadi dari murka Allah dan sekaligus mengangkat kita karena Tuhan mencemooh yang congkak tetapi memberikan kasih karunia-Nya pada yang rendah hati (Amsal 3 : 34). Menjadi hamba yang Maha Tinggi berarti tahu benar bahwa akan ada pekerjaan-pekerjaan yang harus dikerjakan sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan dan bukan sesuai dengan yang kita inginkan, sehingga ini juga dapat mempersiapkan diri kita untuk taat.)

Putri Dari Raja Di Atas Segala raja (Ketika membayangkan seorang ratu, maka biasanya yang terbayang adalah karakternya yang anggun. Menyadari bahwa Kita adalah puteri kerajaan membuat kita berfikir dua kali untuk melakukan hal-hal yang keji dan tidak baik. Sebagai puteri kerajaan, kita harus menjaga hati, pikiran dan jiwa kita sehingga karakter kita dibentuk semakin anggun dan benar di mata Tuhan dan manusia. Tetapi bukan hanya itu saja, seorang putri kerajaan juga harus kuat dalam mempertahankan kerajaan Ayahnya. Kita akan menjadi seorang ratu suatu hari nanti – jika seorang Raja memerintah kerajaan-Nya – maka seorang ratu-lah yang menjaga hidup rakyatnya. Kita dipanggil untuk menjaga kerajaan Raja kita dan hal itu tidak mungkin terjadi jika kita terus bersikap seperti layaknya budak atau tuan putri yang manja. Kita memiliki Raja di atas segala raja, Raja di atas segala raja akan selalu mencukupkan kebutuhkan kerajaan-Nya dan terlebih anak-Nya. Dia adalah Raja yang tak pernah kalah dalam peperangan karena semua raja di bawah kuasa-Nya – so, Let’s be fearless karena kemenangan ada di pihak kita.)

Pekerja dari Kebun Anggur Tuannya (Seorang pekerja adalah dia yang memastikan taman Tuannya akan selalu bersih dan indah, adalah dia yang memastikan setiap bunga akan mekar dan pohon akan tumbuh. Sebagai seorang wanita, kita selalu terpanggil sebagai seorang ibu baik kita memilki anak maupun tidak. Karena itulah panggilan kita dengan atau tanpa melahirkan anak. Dan menjadi seorang ibu adalah jati diri yang terbaik yang seorang wanita bisa dapatkan, ini bukan sekadar peran, bagian atau tugas tapi sebuah kepercayaan! Kepercayaan dari Tuhan untuk menjaga setiap anak dan domba-Nya di dalam dunia ini. Kita dipanggil untuk membimbing setiap orang di dalam Hikmat, untuk menuntun setiap orang di dalam Kebenaran, mengajar setiap orang dalam mengenai Kehidupan, dan membawa setiap orang kepada Tuhan. Bagaimana jadinya anak kita nanti, sedikit banyak berpengaruh pada bagaimana hidup yang kita ajarkan untuk mereka hidupi. Sehingga seorang ibu harus kuat dalam Tuhan, penuh oleh Roh Kudus untuk membimbing setiap orang bukan hanya dengan Kasih tetapi juga Hikmat, Keberanian, Sukacita, Damai Sejahtera, Kesabaran, Kebajikan, Kebaikan, Kesetiaan, Kelemahlembutan dan penguasaan diri. (Galatia 5:22))

Akhir kata,

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib : Kamu yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan..” (1 Peter 2 : 9)

Saya suka menerjemahkannya dalam bahasa saya, seperti ini :

Yang terpilih oleh Allah, terpilih untuk sebuah panggilan yang tinggi, terpilih untuk menjadi umat yang kudus, alat Tuhan untuk melakukan pekerjaan-Nya dan memberitakan Firman bagi Dia, memberitahukan kepada semua orang siang dan malam perbedaan yang Dia lakukan untuk Saya – dari bukan apa-apa menjadi sesuatu, dari tertolak menjadi diterima.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s