[ENG/IND] Feel Free To Fail / Bebas Untuk Gagal

IMG_0619

[ENG] As i scroll down my social media’s timeline, i found that there are a lot of news about youth’s going depressed and decide to end their life or some postings showing their frustration about the world’s demands on their shoulder. Allow me to say that this depression and frustration comes when we can’t deal with the word “failure”.

The world seems to have their own definition about failure and it exactly fails in growing this generation. Let me introduce you to a new definition of failure. Be ready to go in deeper.

“Failure is the state or condition of not meeting a desirable or intended objective, and may be viewed as the opposite of success.” (Source : Wikipedia)

Do you really want to believe that? Well, your choice is on you. For me, i have my own definition of failure. Failure is successfully finding more puzzle pieces for God’s masterpiece and it is one of the way of success.

It is time for us to feel free to fail. Too many people see failure as something fatal or the end of the world. We even have failed so many times when we learned to walk, haven’t we? So, what’s the difference between the younger us and now? – Kid usually doesn’t see failure as something bad, they see it as something that needs to be overcome, they have no fear of falling down, all they know is that they have to try it until they got it. And our paradigm about failure today defines how the generations to come deal with failure. Do you really wish your children to be a person who fear to fail and end their life for failure?

That is why God said on Matthew 18:3, “And he said: “Truly I tell you, unless you change and become like little children, you will never enter the kingdom of heaven.” This verse has so many revelations, but one of them is that God sees how kids truly trust their parents when their parents are holding their bike when they learned to ride it, how those kids seems to have no fear because every kid just trust their parents fully. They trust that their parents wouldn’t let go even though we usually let go. But as we grow older, we seems like to be consumed by fear of failure – we doubt that our Father in heaven is holding our bike, we fear of falling from our bike. Even though actually, when we did fall as a kid, we would then get up and ride it again. Don’t we all have that same experience that when we fell of our bike, suddenly we just became good at it? 

Failure prepares you better for your next step.

I bet you all too have once got lost on your way to somewhere. You fail to find your destination, but as you turn around and around trying to find your destination – don’t you get to know all the streets around it? You become more familiar with the area – now you don’t just know about 1 street but all the area!

Failure pushes you to go further.

We all knew the word “give thanks”, but sometimes all we do is saying thanks to Him which is great ! We all should say thanks for everything we have right now, as we never deserve any of it. But to give thanks is not the same with saying thanks. Giving thanks means there is something you give, something you sacrifice. And failure could help you with that. Giving thanks in failure needs sacrifices, it needs a lot of tears and a humble heart. To believe that every failure in our life will bring something better in front is not easy but this is your giving thanks and faith.

When i was on severe eczema, God told me to give thanks for it and i’m like “what God? for these oozing wounds? Do You realize what i’m facing?” – But i could remember clearly His voice answering me, “It’s exactly from you who’s sick. I’ve heard so many thanks from them who’s well – now I want to hear it from you.” And this wakes me up :

Failure is your chance to give thanks.

One main reason why you should feel free to fail is that we have God that is above all names! And when our failure meets Him, it could only brings up miracles. It is a chance for Him to work perfectly on our life. God never plans failure on our life, for there is no darkness in Him (1 John 1:5b). But He is there and always there for us even in our dark moments of our life. Prevent yourself from blaming Him, be like King David who always came to Him even when He felt like death.

God is not the reason of your failure, He is the only reason for you to hope and rise again.

Too many of us see Him as the reason of our failure. Let’s realize that He is our only reason for every good things that we often missed. God is Love, He never plans to ruin His children’s life but we often fall for our own sins and then take the credit on Him. But as He said over and over again to us :

Come to me, all you who are weary and burdened, and I will give you rest. Take my yoke upon you and learn from me, for I am gentle and humble in heart, and you will find rest for your souls. For my yoke is easy and my burden is light.” (Matthew 11:28-30)

and so now He’s saying to you again : “Child, feel free to fail and stop carrying the weight of the world.”

Consider it pure joy, my brothers and sisters, whenever you face trials of many kinds, because you know that the testing of your faith produces perseverance. (James 1: 2-3)

But he said to me, “My grace is sufficient for you, for my power is made perfect in weakness.” Therefore I will boast all the more gladly about my weaknesses, so that Christ’s power may rest on me. (2 Corinthians 12:9)

_______

IMG_0619[IND] Sementara Saya melihat timeline social media, Saya menemukan banyak berita mengenai generasi muda yang depresi dan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya atau beberapa posting lainnya yang memperlihatkan tingkat frustasi mereka mengenai tuntutan dunia ini di atas bahu mereka. Ijinkan Saya berkata bahwa depresi dan frustasi ini disebabkan oleh ketidakmampuan kita dalam mengatasi 1 kata ini, “Kegagalan”.

Dunia sepertinya memiliki definisi tersendiri mengenai kegagalan dan memang definisi itu telah gagal dalam menumbuhkan generasi ini. Ijinkan Saya mengenalkan definisi baru mengenai kegagalan. Bersiaplah menyelam lebih dalam bersama Saya.

Kegagalan adalah kondisi dimana tidak tercapainya sebuah keinginan atau tujuan, dan dapat di katakan sebagai kebalikan sebuah kesuksesesan. (Source : Wikipedia)

Apakah Anda ingin mempercayainya? Pilihan ada di tangan Anda. Untuk Saya, Saya memiliki definisi sendiri mengenai kegagalan. Kegagalan adalah berhasil menemukan pecahan puzzle untuk mahakarya Tuhan dan merupakan salah satu jalan menuju kesuksesan.

Sudah waktunya bagi kita untuk merasa bebas untuk gagal. Terlalu banyak orang yang melihat kegagalan sebagai sesuatu yang fatal atau akhir dari segalanya. Kita bahkan telah gagal berkali-kali ketika belajar berjalan, bukan? Lalu, apa bedanya kita masa kecil dengan kita yang sekarang ini? – Anak kecil biasanya tidak melihat sebuah kegagalan sebagai sesuatu yang buruk, mereka melihatnya sebagai sesuatu yang harus dimenangkan, mereka tidak memiliki ketakutan untuk jatuh, yang mereka tahu adalah mereka harus mencobanya sampai bisa. Dan paradigma kita hari ini mengenai kegagalan sangat mempengaruhi generasi anak kita selanjutnya. Apakah Anda ingin generasi anak Anda menjadi sebuah generasi yang takut gagal dan tidak kuat menghadapi beban kegagalan?

Itulah sebabnya Tuhan berfirman dalam Matius 18:3, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Ayat ini mengandung begitu banyak pewahyuan, namun salah satunya adalah Tuhan melihat bagaimana anak-anak begitu percaya pada orang tuanya, mungkin saat orang tuanya sedang memegangi sepeda ketika mereka belajar mengendarainya. Bagaimana anak-anak ini sepertinya tidak memiliki ketakutan karena setiap anak percaya sepenuhnya bahwa orang tua mereka tidak akan melepaskan pegangannya walaupun seringkali kitamelepasnya. Namun, ketika kita bertumbuh dewasa, ketakutan itu telah menguasai kita, kita menjadi takut untuk jatuh dari sepeda – Kita ragu apakah Tuhan sedang memegang sepeda kita. Padahal, walaupun kita terjatuh dari sepeda saat kecil, Kita akan langsung berdiri dan mengendarainya kembali. Bukankah kita punya pengalaman yang sama dimana saat kita terjatuh dari sepeda, biasanya secara tiba-tiba kita menjadi lebih mahir dari sebelumnya?

Kegagalan mempersiapkanmu lebih baik untuk langkah selanjutnya.

Saya rasa Anda pernah memiliki pengalaman tersesat saat ingin menuju ke sebuah tempat. Anda gagal dalam menemukan tujuan Anda tapi saat Anda berputar-putar mencarinya – bukankah Anda menjadi tahu akan jalan-jalan di sekitarnya? Anda menjadi lebih familiar dengan area tersebut – sekarang Anda tidak hanya tahu akan 1 jalan menuju tujuan Anda namun seluruh area tersebut !

Kegagalan mendorong Anda melakukan lebih jauh.

Kita semua mengenal kata memberi syukur / bersyukur atau dalam bahasa inggrisnya adalah “give thanks”, namun terkadang yang kitalakukan hanyalah mengucap syukur yang sebenarnya juga sangat baik! Sudah seharusnya kita mengucap syukur akan segala yang kita miliki hari ini. Namun untuk memberi syukur tidak sama dengan mengucap syukur. Memberi syukur (give thanks) membutuhkan pengorbanan. Dan kegagalan dapat membantumu melakukannya. Bersyukur dalam kegagalan membutuhkan pengorbanan, membutuhkan banyak tetesan air mata dan kerendahan hati. Untuk percaya bahwa setiap kegagalan akan membawa sebuah kebaikan di depan tidaklah mudah tapi inilah bentuk korban syukur dan iman Anda.

Ketika Saya menderita eksim akut, Tuhan meminta Saya untuk memberi syukur atasnya dan respon Saya pertama kali adalah, “Apa? Untuk semua luka ini? Apakah Engkau sadar apa yang aku alami, Tuhan?” – Tetapi Saya ingat jelas suaraNya menjawab Saya, “Justru dari yang sakit Aku memintanya. Aku sudah mendengar banyak ucapan syukur dari mereka yang sehat – sekarang Aku ingin mendengarnya juga darimu.” Dan ini menyadarkan saya bawha :

Kegagalan adalah kesempatanmu untuk memberikan korban syukur.

Alasan utama kenapa Anda perlu merasa bebas untuk gagal adalah karena kita memiliki Allah di atas segala nama! Dan ketika kegagalan kita bertemu dengan Tuhan, hanya akan ada mujizat. Ini adalah kesempatan bagi Tuhan untuk bekerja sempurna dalam hidup kita. Tuhan tidak pernah merancangkan kejahatan atau kegagalan dalam hidup kita karena tidak ada kegelapan sama sekali di dalamNya (1 Yohanes 1:5b). Namun, Dia selalu ada untuk kita bahkan dalam lembah kekelaman. Jauhkanlah diri Anda dari menyalahkanNya, jadilah seperti Raja Daud yang selalu datang padaNya bahkan ketika dia merasa terhimpit kematian.

Tuhan bukanlah alasan kegagalan Anda, Dia adalah alasan utama Anda untuk berharap dan bangkit.

Terlalu banyak dari kita yang melihat Dia sebagai alasan dari kegagalan kita. Mari sadari bahwa Dia adalah satu-satunya alasan untuk segala yang baik yang seringkali kita acuhkan. Allah adalah Kasih, Dia tak pernah merancangkan kehancuran hidup anak-anakNya tetapi kita yang seringkali jatuh dalam kegagalan oleh karena dosa kita dan menyalahkan-Nya. Tetapi Dia kembali berkata berulang kali :

Marilah kepada-Ku , semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan t  kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku,  karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu  akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan. ” (Matius 11:28)

Maka, hari ini Dia berkata kembali kepada Anda : “AnakKu, jangan takut akan kegagalan dan berhentilah menanggung beban dunia di bahumu.”

Marilah kepada-Ku , semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan t  kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu  akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan. ” (Yakobus 1: 2-3)

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu , sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Korintus 12:9)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s