[ENG/IND] When Positive Thinking Is Not Enough / Ketika Pikiran Positif Pun Tidak Cukup

IMG_1023[ENG] It happened when i prayed with tears pouring from my eyes. I was dealing with my enemy since a long time – fear. I was lost at the moment – it tormented me with dark lies everyday. But when i came to God’s presence, He taught me a precious lesson to cast away fear.

“It needs more than a positive thinking to cast away your fear.”

Tears pouring from my eyes as i felt really intimidated by the fear’s lies. I felt like a tons of weight were on my shoulder for something not even necessarily happen. I forgot that the fear’s first job desc is to show us the screens of lies. Usually fear will show us pictures of something that are actually not gonna happen or not even necessary to happen.

So, back to my room. I was praying & crying in front of God asking His help and strength to overcome the spirit of fear. Suddenly a cockroach fell down in front of me. I know something fell down because i heard the sound of it’s falling on my carpet floor. It was like a “click” sound, just like something fell down on a carpet floor. As i opened my eyes, i was stunned to see the cockroach (as i was always afraid of it and would run everytime i see it). There’s a moment when i was stunned, i thought, “Oh God, why are You answering me with a cockroach?” – Then i decided to stand up and walk slowly, making my distance from it – too afraid to even kill it on spot. I’ve made my distance by going up to my bed. And after i was safe on my bed, that cockroach walked nearer to my bed and suddenly went up to my under bed. Then i had to call on my husband because i don’t actually want that cockroach to be in my room forever, right? I was annoyed by the thought that it could crawl to me at night when i was sleeping. Then, my husband came to help – but it ran over to the hidden spot behind my cupboard. We decided to stop chasing it as it was very hard to reach it and it is kind of harder to move our huge cupboard.

Then i knew, i should’ve killed that cockroach at the first place. Despite of being afraid to it, i should’ve killed it, now it was free to go along my room. I kind of prayed so that we could then kill the cockroach – it’s for everybody’s safety, right? I mean, who on earth want to sleep with a cockroach on the run? And, God is good. He again answered my prayer, when we were praying together before we catch our sleep the next day – i felt it. It was crawling on my back that i suddenly have to cut my prayer by shouting and going crazy with my hand’s trying to shoo it! And when it fell down from my back, i no longer think twice – i hit it with my sandal – and by the help of my husband, it was finally got rid off. Fiuhh.. I even remember when i said to him, “Ok, let me, let me, i am the one who have to do this!” — it is my fear after all.

So, what is God trying to teach that i’m trying to share to you from this experience?

That cockroach is my fear, God used that cockroach to represent my fear. That when i see it, i avoid it by taking my distance from it. When i was intimidated by fear, i usually deal it with positive thoughts and faith thoughts on my mind. I’ve been trying so hard to shoo the sound of fear by my sound of positive. When it said to me, “you are in circumstances of being sick with this sickness, look at the symptoms.” – i then would answer it with, “no, i’m healthy, i’m healthy”.

This goes on and on until finally i found my self losing my sound. The sound of fear finally reached bigger than mine. This was my downfall. I broke. I was intimidated and tormented, consumed by dark lies. This experience taught me one thing :

You need to hit the cockroach one way or another ! 

It is good to have a positive thought and faith talk. We should be facing fear with faith of course, but don’t forget – faith without deeds is dead. We need to take action! It is not enough to fight fear only on our thoughts, fight it with actions so there will be no more rooms for it to crawl in. Avoiding it only make it free to run along your room, your heart. Don’t let it to come to your hidden place in which you’ll find yourself harder to get rid of it. Take action from the first time, hit it and kill it from the first place. If it runs away successfully, wait for it to come again and hit it!

Take action is like this : I was intimidated with the screens of sickness – what action should i take then? I should have gone to my doctor and have my body checked up. I should’ve done this for a long time – but i didn’t. I’m sure the fear has been seducing me to not going so it could consume me more. By going to the doctor, i’ll find myself healthy and am certain that it won’t be as bad as the fear showed me. It was lies after all. Everything it offers are lies. Fight it with not only “not believing” thought but by proofing that the fear is wrong! You’ll find yourself getting tired by fighting it off with only your thoughts that you are not even certain at, but shut it up by actions! Shut it up until it has nothing to say or show anymore.

Be alert and of sober mind. Your enemy the devil prowls around like a roaring lion looking for someone to devour. (1 Peter 5:8)

26 As the body without the spirit is dead, so faith without deeds is dead. (James 2 : 26)

Update on 14-May-16 (I killed the cockroach and all it’s lies in Jesus name) :

IMG_1029

 _______

IMG_1023[IND] Ini terjadi ketika Saya berdoa dengan cucuran air mata. Saya kembali lagi berperang melawan musuh lama itu – ketakutan. Saya terpukul kalah saat itu – ketakutan itu datang dengan kebohongan-kebohongan gelap setiap harinya. Namun, ketika Saya datang dalam hadirat Tuhan, Dia mengajarkan sebuah pelajaran berharga dalam mengusir ketakutan.

“Dibutuhkan lebih dari sekedar pikiran positif untuk mengusir sebuah ketakutan.”

Air mata mengucur deras dari mata Saya ketika Saya begitu terintimidasi oleh kebohongan yang ditawarkan oleh roh ketakutan. Beban itu terasa begitu berat di bahu Saya untuk sesuatu yang sebenarnya tidak pasti terjadi. Saya lupa bahwa pekerjaan pertama dari ketakutan adalah menunjukkan layar-layar kebohongan. Biasanya ketakutan akan memperlihatkan kita layar-layar yang sesungguhnya tidak akan terjadi atau bahkan tidak perlu terjadi.

Kembali ke kamar saya. Saya sedang berdoa dan menangis di hadapan Tuhan meminta pertolongan dan kekuatan dari-Nya untuk menang dari roh ketakutan ini. Tiba-tiba seekor kecoa jatuh dihadapan Saya. Saya tahu ada yang terjatuh dari suara seperti sesuatu terjatuh di atas lantai karpet kamar Saya. Ketika Saya membuka mata Saya, Saya tertegun melihat kecoa tersebut (tidak pernah ada kecoa dalam kamar Saya dan kecoa memang telah menjadi hal yang menakutkan bagi Saya dan mungkin bagi sebagian besar wanita lainnya). Ada saat dimana saat Saya tertegun dan terdiam, saya berfikir, “Ya Tuhan, kenapa doaku dijawab dengan seekor kecoa?” – Lalu Saya memutuskan untuk berdiri dan berjalan perlahan menjauh darinya – Saya bahkan terlalu takut untuk membunuhnya di tempat. Saya membuat jarak dengan menaiki ranjang dan setelah Saya aman di atas ranjang – kecoa itu berjalan mendekat ke ranjang dan masuk ke bawah ranjang Saya. Karena ini, Saya harus memanggil suami Saya untuk membantu mengeluarkannya. Saya sangat terganggu dengan pikiran bahwa nantinya kecoa itu dapat berkeliaran bebas dan merangkak ke atas Saya saat Saya tidur. Namun, saat suami Saya mencoba menangkapnya, kecoa tersebut lari memasuki sudut belakang lemari kami. Kami akhirnya memutuskan untuk berhenti mengejarnya karena begitu sulit untuk meraihnya dan lebih sulit lagi jika kami harus menggeser lemari kami yang besar.

Lalu, Saya pun tersadar, seharusnya Saya membunuh kecoa itu dari pertama. Alih-alih takut, seharusnya Saya bisa membunuhnya, sekarang dia bebas berkeliaran dalam kamar Saya. Saya agak berdoa untuk kemudian kami bisa membunuhnya – ini untuk kemananan bersama, bukan? Maksud Saya, siapa di dunia ini yang bisa tidur tenang dengan seekor kecoa dalam pelarian? Dan Tuhan begitu baik, kembali Dia jawab doa Saya. Ketika kami berdoa bersama sebelum tidur – Saya bisa merasakannya! Dia sedang merayap di punggung Saya sampai Saya harus menghentikan doa dan bereaksi mengibas-ngibasnya sambil berteriak! Dan ketika itu terjatuh dari punggung Saya, Saya tidak lagi berfikir dua kali – Saya langsung memukulnya dengan sandal – dan dengan bantuan sang suami, kecoa itu pun disingkirkan. Fiuhh.. Saya bahkan ingat kata-kata Saya pada suami, “ok, biarkan aku saja, aku saja, aku yang harus membunuhnya.” — itu ketakutan ku bukan.

Lalu, apa yang Tuhan coba ajarkan yang Saya coba sharingkan melalui pengalaman ini?

Kecoa itu adalah ketakutan Saya, Tuhan menggunakan kecoa itu untuk merepresentasikan ketakutan Saya. Yang ketika melihatnya, Saya menghindarinya dengan mengambil jarak darinya. Ketika Saya diintimidasi oleh ketakutan, Saya biasanya mengatasinya dengan pikiran-pikiran positif dan pikiran-pikiran iman dalam pikiran Saya. Saya berusaha begitu keras untuk mendiamkan suara roh ketakutan dengan suara-suara positif. Ketika dia berkata pada saya, “kamu memiliki penyakit ini, lihat saja gejala-gejalanya.” – saya akan menjawabnya dengan, “tidak, saya ini sehat, saya sehat.”

Ini berlangsung terus menerus sampai akhirnya Saya kalah suara. Suara ketakutan itu akhirnya menjadi lebih besar dari suara Saya. Inilah kejatuhan Saya. Saya hancur. Saya diintimidasi dan disiksa oleh kebohongan-kebongan gelapnya. Pengalaman ini mengajarkan Saya satu hal :

Kamu harus memukul kecoa itu !

Adalah baik untuk memiliki pikiran positif dan perkataan iman. Kita harus menghadapi ketakutan dengan iman tentu saja, tapi jangan lupa – Iman tanpa perbuatan adalah mati. Kita perlu mengambil tindakan ! Tidaklah cukup berperang hanya dengan pikiran, perangilah dengan tindakan sampai tidak ada lagi celah baginya untuk menyusup masuk dalam hidupmu. Menghindarinya hanya akan membuatnya berkeliaran bebas dalam kamarmu, hatimu. Jangan biarkan dia masuk dalam sudut-sudut terdalam sampai susah untuk disingkirkan. Ambil tindakan sedari pertama, pukul dan bunuh dia dari pertama. Jika dia berhasil lari, tunggu kedatangannya lagi dan bunuh dia tanpa berfikir dua kali !

Mengambil tindakan adalah seperti ini : Saya diintimidasi dengan layar-layar penyakit – apa tindakan yang harus Saya ambil? Saya seharusnya pergi ke dokter Saya dan membiarkan tubuh Saya diperiksa. Saya seharusnya melakukan hal ini sejak lama – namun sayangnya tidak Saya lakukan. Saya yakin roh ketakutan ini menghalangi Saya melakukannya supaya dia dapat merasuki hidup Saya. Dengan memeriksakannya ke dokter, Saya akan menemukan tubuh Saya sehat dan pasti tidak seburuk yang ditunjukkan oleh si jahat. Semua yang keluar darinya adalah kebohongan, apapun yang ditunjukkannya adalah kebohongan. Perangi bukan hanya dengan pikiran “aku tak percaya” tapi dengan membuktikan bahwa ketakutanmu itu salah! Kamu akan menemukan dirimu lelah memeranginya hanya dengan pikiranmu yang bahkan kamu sendiri tidak yakin atasnya, tapi diamkan dia dengan tindakanmu!

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis , berjalan keliling  sama seperti singa  yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. (1 Petrus 5:8)

Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. (Yakobus 2:26)

Update per. 14-May-16 (Saya membunuh ketakutan Saya dengan segala dustanya di dalam nama Yesus) :

IMG_1029

Advertisements

One thought on “[ENG/IND] When Positive Thinking Is Not Enough / Ketika Pikiran Positif Pun Tidak Cukup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s