Payudara Keras Akibat Terlambat Menyusui

IMG_0094Pada awal masa menyusui, biasanya setiap ibu akan mengalami kesulitan dalam mengatur pola waktu menyusui yang menyebabkan ibu sering terlambat menyusui atau pompa. Terlambat menyusui atau pompa biasanya akan menyebabkan payudara terasa keras dan kencang, ketika ASI tidak dikeluarkan maka akan menggumpal didalam payudara dan akhirnya payudara terasa keras seperti batu, ngilu dan sakit.

Payudara yang sudah terasa sakit harus segera diatasi agar tidak mengalami clogged duct atau bahkan masitis. Clogged duct adalah dimana terjadi penyumbatan pada puting sehingga ASI sulit dikeluarkan, sedangkan masitis adalah tanda telah terjadi infeksi dan butuh penanganan medis. Ibu menyusui perlu bertindak cepat saat payudara dirasa mulai sakit, kaerma dalam hitungan jam, hal-hal di atas bisa lsngsung terjadi.

Tips berikut ini saya pelajari dari perawat tempat saya melahirkan dan juga dari beberapa teman yang mengalaminya :

1. Sediakan pompa ASI sebelum melahirkan.
Atau pastikan pompa ASI dapat dibeli dengan mudah saat dibutuhkan. Karena beberapa ibu pasca melahirkan akhirnya mengalami payudara keras namun belum bisa menyusui bayinya dengan alasan tertentu. Disini ibu dapat memompa ASI terlebih dahuku hanya untuk mengosongkan payudara agar tidak sakit atau tersumbat.

2. Menempelkan kol dingin pada payudara.
Ini disarankan oleh dokter saya, menempelkan kol dingin bisa meredakan rasa sakit pada payudara

3. Mengompres dengan handuk hangat sebelum dipompa atau pijat

4. Melakukan pijat payudara.
Pastikan untuk mempelajari teknik pijat payudara selama Mom di Rumah Sakit Bersalin agar dapat dipraktekkan dirumah. Saya sendiri melakukan pijat ini berulang kali diawal masa menyusui saya, karena rasanya sehabis pompa masih menggrenjel dan dengan pijat, semua jadi keluar dan kosong

5. Pompa lebih sering.
Saat payudara terasa keras walaupun sehabis dipompa, maka pompa lagi dengan rentang waktu 1 jam kemudian.

6. Ketika telah terjadi penyumbatan yang cukup parah, biasanya hanya pompa saja tidak cukup.
Dibutuhkan sedotan anak bahkan suami untuk mengeluarkannya. Jika tidak bisa juga, segera periksakan ke dokter sebelum terjadi infeksi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s