[ENG/IND] Why Give Offering? / Kenapa Harus Persembahan?

IMG_2570The concept of giving is so much fun for us as kids, but why does it become so much harder now as we grow up? The same thing goes to the offering for The Lord. But let me show you how i see this thing through my one year old son, Eegan.

Whilst feeding him his meals, i always enjoy the times where we could make some fun out of each other. And sometimes i would give him some baby biscuits just because he loves it so much. But in the middle of him enjoying those biscuits, i love to tease him and ask him to feed me his biscuit with his own hand. I would say, “give it to mommy, eegan, aaa” while opening my mouth wide.

And i will get so happy and thrilled when he actually understands it and feeds me his biscuit with his own hand. I find it amusing, and suddenly i feel much close to him, because i see now that he’s willing to share me the things that he loves. I’m feeling trusted.

While doing these, this morning, suddenly i realize one thing, that our offering to The Lord also shouldn’t be a burden to us. It should be fun, amusing and feels close, it’s a deeper relationships. Giving our offering means we trust Him. Just like me, i know that The Lord wouldn’t have wanted what we have – He has it all. Just like me who is the one buying Eegan his biscuits, God is the One who gives us all that we have. That’s why when The Lord is asking some offering from us, i know that it must be for good.

So this is what a simple mother see an offering as :

  • As a fellowship
    Giving 10% from 100% that He has given us is simply like asking a kid 1 pcs of his biscuit from a pack that he got (not to remind him that we are the one who bought it, right?!). And sometimes we parents ask that, simply for having a fellowship with our kid. We love the feeling of sharing with our kids. We love when he feeds us with his little hands. We just love it. God loves when we share our life with Him. God loves to receive anything we are willing to share with Him – not because He needs it, but only because He loves being a part from everything we do, we have. He is our true Parent, He just loves the togetherness.
  • As an education.
    Some of you might wonder, why God is so strict in warning us to give offering to Him if He doesn’t even need it. Well, let see from my motherhood lives. I always tells Eegan to share! The other reason why i ask for his biscuit everytime he has it, is because i want him to actually learn the concept of sharing and get used to it. And this is important, i don’t want him to grow as a man who keeps his wealth for himself, i want him to be a generous person who loves to help others. And building that character has to start from early age, as early as Eegan.



IMG_2570[IND] Konsep memberi terasa begitu menyenangkan di masa kita kecil, namun kenapa menjadi sesuatu hal yang berat untuk dilakukan kala kita dewasa? Termasuk dalam memberikan persembahan pada Tuhan. Kali ini, ijinkan saya memperlihatkan pandangan seorang ibu melalui hubungan saya dengan anak saya yang berusia 1 tahun ini, Eegan.

Sembari menyuapinya makan, saya selalu menikmati waktu-waktu dimana kami bisa bercanda bersama. Terkadang saya pun memberikan biskuit bayi untuknya, hanya karena dia begitu menyukainya. Namun ditengah Eegan menikmati biskuit kesayangannya, saya suka sekali memintanya untuk menyuapi biskuit tersebut ke saya dengan tangannya sambil membuka lebar mulut saya dan berkata, “Mami, aaaa”

Dan saya akan merasa begitu senang saat dia mengerti instruksi tersebut dsn melakukannya dengan kedua tangan kecilnya. Saya merasa lucu dan juga dekat dengannya. Melihat Eegan yang rela membagikan hal yang disukainya membuat saya merasa dipercaya.

Sembari kami menikmati ini, tiba-tiba saya sadar akan satu hal, bahwa persembahan kita untuk Tuhan juga tidak seharusnya menjadi beban bagi itu. Namun seharusnya menjadi suatu hal yang menyenangkan, lucu dan intim, berupa sebuah hubungan yang dalam. Memberikan persembahan berarti kita mempercayaiNya. Seperti halnya saya, saya tahu bahwa Tuhan meminta bukan karena Dia membutuhkan persembahan tersebut – Dia memiliki segala sesuatu. Seperti saya yang justru adalah orang yang membelikan biskuit bagi Eegan, Tuhan lah yang memberikan segala yang kita miliki. Sehingga saat Dia meminta, saya tahu bahwa pasti itu untuk sebuah kebaikan.

Inilah pandangan dari seorang ibu rumah tangga akan persembahan :

  • Sebagai sebuah hubungan
    Memberikan 10% dari 100% yang telah Dia berikan bagi kita sesederhana seperti meminta seorang anak kecil untuk membagikan 1 keping biskuit dari 1 pak biskuit yang dimilikinya. Dan terkadang kita sebagai orang tua suka melakukan hal tersebut hanya supaya kita merasa terhubung dengannya. Kita suka akan perasaan berbagi bersama si kecil, kita bahkan suka akan rasanya disuali tangan kecilnya. Demikian juga Tuhan – Tuhan suka menerima segala yang kita mau berikan bukan karena Dia membutuhkannya, tapi karena Dia rindu untuk menjadi bagian dalam hidup kita. Dia mengincar rasa kebersamaan itu.
  • Sebagai sebuah didikan
    Beberapa dari kita mungkin merasa bingung kenapa Tuhan begitu keras memperingatkan kita mengenai perdembahan padahal Dia tak membutuhkannya. Ijinkan saya memperlihatkan perspektif yang sama melalui kehidupan seorang ibu. Alasan kain kenapa saya suka meminta biskuit Eegan padahal saya tak membutuhkannya adalah karena saya ingin dia belajar akan konsep memberi dan berbagi. Saya tak ingin Eegan tumbuh menjadi seorang hamba uang, seorang yang menyimpan hartanya untuk diri sendiri, saya ingin Eegan bertumbuh menjadi seorang yang murah hati dan suka menolong orang lain. Dan membangun karakter ini harus dimulai sejak dini, sedini usia Eegan sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s