Sudut Pandang Ibu Rumah Tangga (Melihat Kesempatan)

image1Ketika saya masih bekerja pada sebuah perusahaan, saya seringkali bertanya pada diri sendiri, mengapa saya tidak mendapatkan kesempatan yang didapatkan oleh orang lain? Kemudian ketika saya berhenti bekerja dan memutuskan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga, saya kembali berfikir hal yang serupa, tapi kali ini pertanyaannya adalah “bagaimana saya bisa mendapatkan peluang baru untum memulai bisnis sendiri sambil merawat eegan?”

Merawat seorang bayi dan anak menguras baik tenanga maupun waktu, terlebih ketika kita adalah seorang ibu rumah tangga. Karena disela tumbuh kembang mereka, kita senantiasa harus selalu menjaganya agar tidak tersandung, terjatuh, dan lain-lain. Ijinkan saya menceritakan bagaimana seorang ibu rumah tangga melihat sebuah peluang.

Diusianya yang ke-6 bulan, ketika eegan mulai belajar merayap, kami pun mulai sering membawanya bermain di playmatnya dengan harapan dia akan lebih mudah dalam belajar merangkak. Jadi area playmat adalah daerah kekuasaannya, sedangkan area diluar playmat adalah area bahaya bagi ya. Setelah eegan memasuki masa merangkak, kami oun memperlebar area bermainnya, hal serupa juga kami lakukan saat eegan mulai rambatan dan berjalan. Kami memasukkan ranjang single kedalam kamar hanya agar eegan dapat belajar berdiri berpegangan dan merambat. Namun tetap, diluar dari area yang telah kami persiapkan, itu adalah area yang terlarang baginya.

Hingga kini saat eegan telah berjalan, area kekuasaannya telah bertambah lebar dan lebar. Namun, tetap saja ada area yang masih terlarang baginya, contohnya area anak tangga, area toilet dan dapur. Karena eegan akan mudah sekali terluka dan jatuh di area tersebut – sehingga kami melarangnya ke area tersebut bukan karena kami tidak cinta namun justru kami merasa peduli dan takut dia terluka fatal, karena kami tahu bahwa eegan belum siap untuk masuk ke area baru tersebut.

Hal diatas dapat menggambarkan berbagai peluang dan kesempatan baru dalam kehidupan kita. Apakah itu promosi jabatan, peluang dalam hal jodoh, bisnis, keluarga, dll. Tuhan telah mempersiapkan area tertentu untuk kita berada didalamnya namun akan selalu ada area yang belum bisa kita masuki karena kita belum siap. Bagaimana mungkin mita diijinkan bermain anak tangga jika kitabsendiri belum bisa berjalan dengan baik dan benar? Inilah mengapa kita masih menunggu area tersebut dibukakan oleh Tuhan. Lantas, apa yang harus kita lakukan sekarang? Apakah tetap menunggu?

Tidak! Belajarlah dari anak bayi! Mereka bangun setiap hari dan siap untuk mempelajari banyak hal-hal baru, meningkatkan kemampuan diri mereka dan bahkan berani mencoba banyak hal baru disekitar mereka tanpa rasa takut. Kita pun perlu meningkatkan kemampuan kita, bertemu dengan orang baru, membangun jaringan dan koneksi baru, membaca lebih, belajar lebih dan mencoba menginjak out of our comfort zone. Banyak orang yang mengejar promosi jabatan contohnya tidak senang ketika mereka diminta melakukan pekerjaan baru yang mereka rasa bukan tanggung jawab dan bagian dari kemampuan mereka atau mereka mengerjakannya namun dengan terpaksa. Hal ini justru menandakan bahwa Anda baru saja membuang kesempatan untuk naik ke level lebih tinggi anda.

Jadi, sekali lagi, peluang itu akan datang ketika kita siap. Perhatikan setiap peluang disekitar kita dan mulai kejar dengan cara meningkatkan kemampuan diri kita agar kita siap menerimanya. Ketika kita mempersiapkan diri sementara yang lain bahkan tidak memperhatikan peluang itu – maka tentu, kita adalah kandidat yang paling pas bagi peluang tersebut, bukan?

Saya baru saja memulai bisnis baru saya, saya sekarang terjun kedalam dunia influencer yang sebelumnya tidak pernah saya geluti, kemudian baru memulai usaha online dan berjualan selai sehat. Namun saya ingat sekali awal mula memulai bisnis ini dimulai dari nol, saya harus mengorbankan waktu saya disela-sela jam tidur eegan untuk membangun kedua bisnis ini. Saya pun gagal beberapa kali, beberapa kali membeli barang untuk dijual namun berakhir dengan tidak ada yang membeli hingga sekarang. Yang mau saya tekankan adalah, selalu ada yang bisa kita lakukan, kemudian biarkan Tuhan membuka jalan dan lakukan apa yang menjadi bagianNya. Bayangkan kita sebagai mitra kerja Allah, sungg terhormat dan menenangkan, bukan?!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s