BAYI TIDUR GELISAH, KENALI SLEEP REGRESSION

IMG_0179Sleep regression adalah fase dimana bayi sering terbangun tengah malam dan sulit untuk tidur kembali atau menolak tidur siang, kondisi ini biasanya berulang selama beberapa hari atau minggu dan bisa terjadi hingga 1-4 minggu. Biasanya terjadi tiba-tiba dan dialami pada balita usia 3-4 bulan, 9 bulan dan 18 bulan (dimana usia ini biasanya merupakan usia peralihan pola tidur mereka).

Sleep regression ini bisa terjadi pada bayi yang sedang mempelajari pola tidur mereka, terkadang mereka bergerak tanpa sadar dan akhirnya terbangun karena ada perasaan insecure terhadap lingkungannya sehingga membuat mereka lebih sulit tidur. Ketika bangun, mungkin mereka juga akan merasa bingung apakah harus melanjutkan tidur atau waktunya bangun, demikian juga beberapa bayi atau anak masih sulit untuk bisa menyamankan diri mereka untuk tidur sendiri kembali, sehingga cenderung meminta “kenyamanan” itu dari orang tua, bisa berupa susu, gendong, pokpok, dll.

Selain itu, sleep regression juga bisa terjadi pada balita yang sedang mengalami perkembangan atau milestones tertentu seperti berguling, duduk, tumbuh gigi, potty training atau perkembangan apapun. Oada umunya, balita yang overtired atau kelelahan secara otomatis akan mempengaruhi pola tidur mereka, sehingga disaat bayi kita semakin berkembang dalam “bermain”, hal ini akan mempengaruhi tidur mereka di malam hari.

Sleep regression biasanya sulit dihindari karena disela perkembangan balita, kita sendiri sulit untuk menyesuaikan waktu kita dan lebih sering tidak sadar akan perubahan mereka. Sehingga kita pun berada dalam proses adaptasi dengan pola mereka. Beberapa tips yang dapat dilakukan adalah :

  • Terapkan jadwal rutin pada anak. Dengan rutinitasi maka biasanya anak akan terprogram mengikuti pola yang sudah diterapkan. Hal ini biasanya akan pelan-pelan terjadwal dikala kita beradaptasi dengan pola tidur anak.
  • Berikan asupan cukup sebelum anak tidur malam agar anak merasa kenyang dan tidur lebih lelap.
  • Jika anak terbangun, minimalisasi obrolan. Cukup berusaha tidurkan kembali jika ia menangis. Jika ia tidak menangis, maka biarkan main sendiri hingga menangis bosan dan tidurkan kembali tanpa diajak bermain. Hal ini mengajarkan mereka bahwa jam tersebut adalah jam tidur dan bukan jam bermain.
  • Ruangan gelap biasanya lebih menyamankan anak untuk tidur dan mengajarkan mereka siang dan malam dengan perbedaan cahaya.
  • Sabar. Fase ini akan datang dan pergi moms. Jadi tetap akan terlewati.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s