ANEMIA PADA BAYI, MUNGKINKAH?

IMG_0210Berbicara mengenai anemia, maka biasanya yang kita tahu adalah kekurangan darah pada orang dewasa yang tidak membahayakan. Namun, ternyata anak berusia 9-24 bulan juga beresiko mengalami anemia.

Gejala anak mengalami anemia :

  • Kulit pucat
  • Lemas / tidak aktif
  • Radang / bengkak pada lidah
  • Tidak nafsu makan
  • Namun seringkali tidak ditemukan gejala pada anak anemia

Anemia disebabkan oleh sel darah merah yang tidak mampu membawa cukup oksigen dalam jaringan tubuh. Hal ini bisa disebabkan oleh genetik atau kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi merupakan penyebab yang paling sering ditemukan, terutama pada bayi dan anak. Tubuh manusia membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Ketika bayi tidak mendapatkan zat besi yang cukup, maka mereka akan memiliki sedikit hemoglobin yang akan membawa oksigen kedalam jaringan tubuh mereka. Dengan kata lain, tubuh mereka hanya menerima sedikit oksigen.

Dimasa pertumbuhan anak, dimana mereka sangat membutuhkan zat besi, disinilah seringkali anak beresiko terkena anemia. Namun tentu ini tidak terjadi dalam waktu singkat, adanya kekurangan zat besi secara terus menerus yang kemudian mengatah ke anemia. Anemia pada anak dapat menjadi berbahaya, menghambat pertumbuhan mental dan fisik anak atau beresiko menyebabkan infeksi. Kekurangan zat besi ini bisa berasal dari kurangnya zat besi dalam asupan makan, susu atau rendahnya daya serap akan zat besi.

Beberapa anak yang berpotensi tinggi mengalami anemia adalah :

  • Bayi prematur dan bayi yang memiliki berat badan dibawah standard
  • Bayi susu formula dibawah 12 bulan. Susu formula hanya memiliki kandungan zat besi yang sedikit dan menghambat tubuh dalam menyerap zat besi. Bayi yang sensitif terhadap susu formula juga dapat mengalami masalah dalam pencernaannya yang akhirnya menyebabkan pendarahan dan anemia.
  • Bayi ASI yang kekurangan asupan zat besi dalam makanan mpasi mereka. Atau ibu menyusui yang kekurangan zat besi secara terus menerus juga beresiko memberikan ASI yang kurang akan zat besi.

Dalam mengatsinya, moms bisa konsultasikan ke dokter anak untuk mendapatkan suplemen tambahan zat besi. Kelebihan zat besi dapat menyebabkan keracunan pada anak, untuk itu konsultasikan dosis pemberiannya dengan pihak medis. Zat besi sudah bisa diberikan pada anak usia 4+. Moms juga bisa berikan makanan tinggi zat besi seperti daging sapi, ikan, sayuran hijau (kale, bayam, dll), dan kuning telur. Lalu buah yang tinggi vitamin C, karena vitamin C membuat tubuh kita mudah menyerap zat besi seperti kiwi, alpukat, dna melon.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s