KEPUTIHAN ADALAH TANDA ADANYA INFEKSI

IMG_02594 hal yang biasa menjadi masalah di area kewanitaan adalah bau tak sedap, gatal-gatal, infeksi dan kering. Keempat hal ini adalah tanda adanya infeksi di area kewanitaan atau yang biasa disebut orang sebagai keputihan. Keputihan sendiri disebabkan oleh infeksi yang disebut infeksi vaginitis. Dan 3 dari 4 wanita di Indonesia mengalami keempat hal tersebut. Dimana pH normal vagina 3.8-4.2 tidak terjaga.

Infeksi vaginitis / keputihan sendiri bisa disebabkan oleh beberapa faktor :

  • Bakteri
    Tanda yang paling dominan jika disebabkan oleh bakteri adalah bau amis. Bisa jadi tidak gatal, dan ada rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual.
  • Jamur
    Jika disebabkan oleh jamur, maka tanda paling dominannya adalah rasa gatal. Jadi sangat gatal dan warna keputihan biasa berwarna putih susu dan tekstur kental seperti keju
  • Trikomonas
    Biasanya tidak ada gejala. Ini diakibatkan dari hubungan seksual yang tidak bersih, warna keputihannya berwarna kehijauan atau kadang berbusa.
  • Mix
    Dapat disebabkan oleh campuran ketiga hal diatas. Misalnya bakteri & jamur.
  • Internal
    Ras, rokok, kebersihan yang tak terjaga
  • Eksternal
    Penggunaan kontrasepsi, antibiotik, celana dalam yang ketat / berbahan tidak breathable
  • Intercourse
    Hubungan seksual tidak sehat (lebih dari satu pasangan)

Selain faktor diatas, ada pula beberapa kebiasaan sehari-hari yang juga dapat meningkatkan pH kita, yaitu :

  • Menstruasi (meningkatkan pH 7.4)
  • Penggunaan sabun (meningkatkan pH 9-10)
  • Hubungan seksual (meningkatkan pH 7.1-8)
  • Lifestyle
  • Penggunaan antibiotik
  • Gangguan hormonal
  • Kebersihan yang buruk

Jadi kunci dalam mencegahnya adalah menjaga keseimbangan pH dengan cara membersihkan area kewanitaan dengan benar. Gunakan feminime wash dimasa tinggi resiko infeksi seperti saat menstruasi, pasca melahirkan, pasca berhubungan seksual, dll. Jika sudah terinfeksi, maka cari tau penyebabnya dengan mengkonsultasikannya ke pihak medis untuk dicari tahu cara penanganan yang tepat. Menangani bakteri tentu beda dengan menangani jamur, untuk itu perlu dicari tahu dahulu penyebabnya ya moms.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s