PERLUKAH ANAK DI DISIPLIN?

AC99C6D2-6DB3-48EC-85DD-45891C7A54E5Berbicara disiplin anak, biasanya setiap orang tua pasti memiliki caranya masing-masing ya moms. Yang saya sharingkan dibawah ini merupakan cara kami mendisiplin Eegan sejauh ini. Saya dan suami telahbsepakat bahwa jika Eegan melakukan kesalahan, ada tindakan disiplin yang harus di lakukan tergantung tingkat kesalahannya. Karena, terutama bagi saya, disiplin itu perlu, bukan untuk menghukum anak – tapi lebih kepada menanamkan konsep salah dan benar. 

Ada beberapa tindak disiplin yang kami ambil, yaitu :

  • Time Out

Ini hingga usia eegan sekarang 19 bulan, pernah 2-3 kali saya lakukan. Saat Eegan menolak makan sama sekali, time out versi saya agak berbeda – karena memang saya sesuaikan dengan kondisi kepribadian Eegan. Saat time out, biasa saya mematikan TV agar eegan fokus dan saya nya yang masuk ke dalam lumba playmat Eegan, sementara eegan bertengge didepan sambil menangis minta peluk. Di momen ini, biasanya saya jelaskan apa yang salah dan kenapa itu salah. Biasanya tidak sampai 5 menit, saya minta eegan minta maaf dengan salaman lalu saya peluk dan cium.

  • Memukul telapak tangan

Ini yang sekarang saya lakukan sejak usia eegan 1.5 tahun. Masih sama, setiap kali waktu disiplin, televisi saya matikan dan pintu kamar saya tutup. Biasanya antara saya dan suami, hanya 1 orang yang di waktu yang sama yang melakukan sisiplin. Jadi jika saya yang disiplin, suami tidak ikut campur – demikian sebaliknya. Biasanya saya memukul tangan eegan dengan tangan saya di telapaknya saja, lalu jelaskan kenapa salahnya. Setelah saya selesai menjelaskan sambil eegan menangis, saya akan meminta eegan kembali salaman sebagai tanda maaf kemudian peluk. 

  • Tegas

Untuk hal-hal yang ia minta tapi tidak boleh di tolerir, tetap tidak diberikan. Di masa tantrum pun sama, saat eegan masa tantrum dan mulai menjatuhkan badan – biasanya kami diamkan ya moms. Karena jika terpegang sedikit saja badannya maka eegan akan lepas kendali dan makin menjadi, disaat kamindiamkan selama beberapa kali dia tantrum, kini anaknya tidak lagi tanturm saat marah, hanya menangis dan menyerah saat akhirnya papa mamanya tidak berubah pikiran.

Sejauh ini, masih berupa ini tindak disiplinnya ya moms. Saya oernah belajar dari sebuah buku, bahwa disiplin itu perlu, tapi bukan sebagai hukuman melainkan didikan. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s