JANGAN LAKUKAN INI PADA ANAK 2 TAHUN

8DFFDCA7-7FD7-45F5-B01B-38E6F56D634DNah, jika sebelumnya kita membahas seputar terrible two dan bagaimana anak usia 2 tahun biasanya mulai menunjukkan kemamluan mengekspresikan diri, ingin melakukan semua sendiri dan mulai memiliki keinginan sendiri yang terkadang bertentangan dengan aturan main kita, ada beberapa batasan yang kita harus atur ya moms dalam menghadapi mereka. Ingat, fase ini tidak selamanya menetap dan jangan membuat hal ini justru berkepanjangan dengan tindakan kita yang salah.

  • Stop katakan nakal

Kata-kata kita sangat mempengaruhi psikologis anak ya moms, walaulun hanya pada anak usia 2 tahun. Kata-kata orang tua ibarat doa, dan jika kita mencap anak kita nakal, maka kecendrungan yang terjadi adalah mereka menjadi nakal. 

  • Stop berfikir bahwa mereka tak lagi butuh repetisi

Terkadang di usia 2 tahun, kita menganggap bahwa anak-anak ini sudah seharusnya bisa mengerti, jangan lupa bahwa mereka masihlah anak-anak dan butuh repetisi dalam memahami aturan yang kita buat yang sebelumnya sama sekali tidak pernah ia mengerti.

  • Stop ijinkan mereka seenaknya

Walaupun kita harus mengerti fase mereka, namun tetap harus ada batasan yang kita tetapkan agar mereka tetap bertumbuh dalam jalur yang baik. Pemberontakan tetap harus memiliki sanksi sesuai usia mereka, cukup agar membuat mereka bahwa ada hal yang salah yang tidak boleh dilakukan. Tapi ingat, hukuman ini bertujuan untuk membuat mereka mengerti dan bukan sebagai hukuman. Bagaimanapun juga, anak usia 2 tahun sekali lagi, belum pernah memiliki keharusan hidup menuruti aturan dan tugas kitalah mendidik mereka untuk memulai hidup mereka dalam aturan dan norma keluarga.

  • Stop mempermalukam mereka didepan umum

Yang saya maksud disini bukanlah memalsukan kondisi “kelaurga” kita ya, tapi ada baiknya kita tidak mengumbar “keburukan” anak kita ke dunia luas dengan cara yang salah. Jika harus diceritakan, carilah yang bisa memberikan solusi contohnya dsa. Karena jika kita terbiasa merendahkan mereka didepan teman-teman kita, maka kita cenderung terus melakukannya hingga ia dewasa. Dan hal ini akan melukai hati anak-anak, khususnya saat mereka beranjak ke usia sekolah dan remaja. Karena tak perlu dijelaskan, sesungguhnya semua orang paham akan sifat anak-anak yang memang sedang semaunya. Hey, it’s kids! 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s