Where Are You, Lord? / Dimana Tuhan?

(ENG) Often i ask myself about the question above when i’m praying, speaking tongue even fasting. I feel like there’s a thick block separating me from feeling His presence. One day, above all circumstances, i decided to do a full fasting. It lasted for 11 days of no solid food, wish i could end it on the 40rh but my skin issues came back and forced me to consume some meds. But even within these 11 days, i kept asking “where are you, Lord?” Hoping i could feel a tingling of His presence like i was long time ago.

Well, while i fasting i learned about varieties of gifts from a book. On every gift, the author always ask a question, “in what condition, you feel God most?” . After reading about all the gifts, these question always came to my mind. Up until this morning when i listen to worship musics, God made me understand about it.

Most times, we are so under pressure by the word “pray”, “worship”, “speaking tongue” . It seems like if you don’t do them in a long hours, we will mostly not feeling God at all. Or when we pray and we feel like we’re empty, well oops we thought God’s just not here listening.

This is wrong. Clearly we can not stand on our feelings, our feelings change through circumstances and pressure, this is fact. So what i want you to ask your self when you are looking for God is not how long have you prayex? Have you worhip wholeheartedly? Have you spoken tongue today?

Ask ourself, “on what conditions we feel God most?”

So do it continuosly and frequently.

How many of us feel guilty or not worth Him when we pray? When we worship ourself or speaking tongue? This guilt feeling ends up making us can not feel His presence. This guilt makes a single prayer becomes a pressure. And how many of us often be reminded of His love when we listen to a radio on our car? Suddenly the word of the song just jump up to us? That is one of the way God speaks when we are looking for Him but can’t find Him. He is doing everything to let us know that He is here.

I found my self feeling God when i :

  • Listen to praise & worship music
  • Stream preaching on my youtube
  • Read a book
  • Write!

For this reason, i write to you this message. It’s not that i will deleted any pray part, worship or speaking tongue part in my life. But despite focusing on these things, i’ll do everything to connect to the Lord through everything that could brings me closer to Him. And when i do all these things that connect me to Him, i’m pretty sure doing all the ministry attributes will also not a pressure anymore. For i have felt His love through all those 4 points above and feel closer to Him.

Now i am ready to worship!

—-

(IND) Seringkali kita bertanya pada diri sendiri saat kita berdoa atau menyembah, dimana Tuhan? Saya merasa ada beton tebal yang memisahkan diri saya dan hadiratNya. Suatu hari, karena kondisi tertentu, saya memutuskan untuk berpuasa total, tanpa makanan padat selama 11 hari. Namun dalam ke-11 hari ini, saya tetap bertanya-tanya “Dimana Engkau, Tuhan?” Berharap saya bisa merasakan hadiratNya yang manis seperti dulu kala.

Selama saya berpuasa, saya belajar mengenai Karunia dalam buku saat teduh saya setiap hari. Dalam setiap lembar Karunia ini, sang penulis terus saja bertanya “dalam situasi apa kamu paling merasakan Tuhan?”

Setelah menyelesaikan bab mengenai karunia ini, pertanyaan itu terus terngiang dalam pikiran saya. Sampai akhirnya hari ini saat saya mendengarkan lagu rohani dari spotify, Tuhan membuat saya mengerti.

Seringkali, kita sangat terbeban dengan kata seperti “doa” “menyembah” atau “berbahasa lidah” kalau mau merasakan hadiratNya. Seolah jika kita tidak berjam-jam melakukannya maka kita tak akan merasakan Tuhan.

Ini sebuah kesalahan. Jelas bahwa kita tak dapat mengandalkan perasaan kita. Karena perasaan kita akan selalu bergantung pada situasi dan kondisi dan tekanan. Maka, hari ini saya akan bertanya yang sama pada Anda yang mencari Tuhan namun merasa tidak menemukanNya.

“Dalam situasi apa Anda paling merasakan hadirat Tuhan?”

Maka lakukan itu terus menerus.

Seberapa banyak dari kita yang merasa tertuduh saat kita berdoa? Saat kita menyembah atau berbahasa lidah? Perasaan tertuduh dan tidak layak ini yang akhirnya membuat kita tak dapat merasakan hadiratNya. Dan seberapa banyak dari kita yang setingkali diingatkan Tuhan akan betapa Dia mengasihi kita misal melalui lagu yang diputar di radio mobil? Seakan-akan lirik itu melompat untuk kita? Ini salah satu cara Tuhan untuk memberitahu kita bahwa Dia ada dan Dia peduli.

Saya merasa merasakan Tuhan saat saya :

  • Mendengarkan lagu rohani
  • Membaca buku-buku
  • Streaming khotbah
  • Menulis!

Untuk alasan inilah, hari ini saya menuliskan pesan ini. Bukan beratti saya akan menghapus rutinitas doa dan menyembah dalam hidup saya. Tapi diatas semuanitu, saya akan lakukan semua hal untuk bisa dekat denganNya. Dan ketika saya melakukan keempat poin diatas, saya yakin, semua atribut rohani itu akan jauh lebih ringan dilakukan karena saya telah merasakan kasihNya.

Sekarang, saya siap menyembah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s