Aku hanya sedang berada di Baby Walker dan menunggu

Flare up setelah 4 tahun clear up

Semua terasa sangat gelap hingga aku tak lagi bisa melihat, atau mungkin menolak untuk melihat. Aku merasa Tuhan telah meninggalkan ku, Aku rasa Tuhan telah menelantarkan dan membiarkan kondisi ku seperti ini. Tapi ternyata tidak, aku salah. Flare up kali ini mengingatkanku akan banyak hal yang ku lupa. Iman, Pengharapan dan Kasih.

Setelah bertahun-tahun clear up, akhirnya aku menikah dan bahkan mendapatkan bonus 2 anak dari pernikahanku. Hidup terasa begitu normal, tidak ada flare up di badan, hanya di jari yang biasanya hanya berlangsung beberapa hari akibat frekuensi terkena air saat sudah memiliki tugas baru memandikan anak dan mencuci botol. Semua terasa begitu baik dan normal. Aku pun mulai menjadi penyuka es kopi dan boba milk tea.

Hingga suatu hari aku memutuskan untuk melakukan puasa 40 hari x 24 jam, hanya makan semua yang liquid / cairan. Puasa ini akhirnya membuat tubuhku masuk ke zona detox – dan saat diriku mempelajari teknik wajah dengan essential oils, Reaksi pertamaku muncul. Diriku tidak menyalahkan essential tersebut karena memang essential oils ini sudah ku gunakan selama beberapa waktu. Tapi hal ini membuat ku sadar akan satu hal, bahwa tubuh ku masih belum beres, hingga momen puasa dan essential oils murni ini menjadi proses detox ku.

Reaksi ini datang dan pergi, hingga beberapa minggu lalu, bertambah parah setelah satu insiden lagi dengan minyak. Dan disinilah aku hari ini, masih dalam proses pemulihan. Apa yang terlihat di atas adalah kondisiku setelah 50% pulih. Sebelum ini, wajah ku menjadi sangat bengkak hingga ku tak lagi bisa mengenalinya, tangan dan leherku serasa mengamuk. Karena kali ini eksim ku muncul dis etiap pori-pori tangan dan leher dan sedikit di kaki. Seluruh pori-pori kulit ku seperti merinding yang tak kunjung hilang dan gatal luar biasa.

Sekali lagi aku kalah oleh ketakutan. Aku jatuh, aku putus asa dan frustasi. Setiap kali aku melihat diriku di kaca, aku membencinya dan menangis. Aku begitu lelah menghadapi ini kembali. Mungkin flare up kali ini tidak separah yang dulu ku alami, namun tetap rasanya sangat frustasu akibat gatal luar biasa yang nonstop. Aku tak lagi bisa tidur nyenyak karena setiap kali kulit ini menyentuh sprei, rasanya gatal dan sakit.

Berbeda dari post-post diriku sebelumnya mengenai eksim dimana aku mulai bercerita saat diriku sudah pulih. Hari ini aku rindu menceritakan sedari proses nya agar setiap kalian tidak merasa sendiri. Kita sedang ada di perahu yang sama, kita sedang berjuang bersama.

Ketika dirimu merasa frustasi hari ini, putus asa, tidak tahu harus berbuat apa, semua terasa sia-sia, tidak bekerja, tidak membuahkan hasil, tidak ada perubahan, malah semakin buruk setiap harinya. Dengarkan ini!

Tuhan masih peduli dan bekerja.

Ketika diirmu merasa bahwa Tuhan tidak dapat ditemukan, Tuhan tidak lagi menolong, tidak lagi peduli, tidak berbuat apalun. Maka, kamu salah! Dengarkan lah dari diriku yang masih merasakan ruam ini, gatal, wajah yang bengkak, dan blisters ini. Jika ada satu orang yang “layak” menyalahkan Tuhan, maka diriku lah itu. Diriku berpuasa demi perubahan lebih baik, demi mengenal Tuhan, tapi inilah hasil yang ku dapat. Namun, tidak. bahkan diriku pun tidak layak menyalahkanNya.

Diriku adalah seorang ibu. Dan aku tau persis, ibu dan ayah yang baik tidak akan pernah meninggalkan anak-anaknya. Tidak akan pernah membahayakan anak-anaknya. Aku tidak akan pernah meninggalkan anak-anak diluar zona aman mereka. Walaupun saat itu aku harus ke toilet atau memasak maka diriku akan PASTIKAN bahwa kedua anak ku ada dalam area yang nyaman yang tidak membahayakan mereka. Mungkin si bayi akan ku taruh dalam baby walkernya sementara si kakak di kamarnya yang aman baginya.

Aku tak akan pernah meninggalkan bahkan anak ku yang berusia 3 tahun di luar rumah, karena ku tahu itu akan sangat berbahaya baginya. Aku biasanya tidak akan memperhatikan handphone saat sedang menemani anak ke playground karena takut dia akan di culik atau hilang.

Dengan ini, aku tahu, Tuhan ku, Bapaku di Sorga tidak akan pernah sekalipun meninggalkan ku diluar pandangannya. Dia akan selalu memperhatikanku.

Sehingga ketika Ia belum menjawab doa ku, aku mungkin sedang ada di baby walkerku. Aku hanya perlu menunggu sebentar.

Karena celat atau lambat, dan tak mungkin lama, Bapaku akan datang dan mengangkatku untuk memberikan semua yang ku butuhkan.

Aku bersyukur untuk semua hal di sisiku. Aku bersyukur untuk diriku yang masih bisa berada di kamar ber-AC sehingga tak keringetan saat gatal. Aku bersyukur masih memiliki suami dan anak-anak yang sangat mengasihi dan mendukungku dengan kondisi ini, aku bersyukur aku masih punya cukup uang untuk membeli semua keperluan untuk memulihkan eksim ini. Aku bersyukur aku mengalami nya sekarang dan bukan saat hamil, dan masih banyak hal lainnya yang aku syukuri.

Jadi dalam post ini, aku rindu share bagaimana aku memilih untuk sukacita. Sukacita tidak tergantung pada kondisimu, sukacita datang dari dalam dirimu dan lahir dari keputusanmu. Ketika aku menyadari ini dan memilih untuk bersukacita dan bersyukur, aku merasa tangan Tuhan mengangkat beban di hatiku. Eksim ku masih ada, namun hati ku sudah clear up. Hidup terasa lebih ringan dan sukacita.

Saat kita hanya menangis mengeluh tanpa henti, saat kita berlarut-larut menyalahkan Tuhan dan keadaan, saat kita hanya berdoa dan mementingkan kondisi kita sendiri, kita ibarat anak yang sedang rewel pada ibunya. Annoying! Bahkan setiap ibu akan memarahi anaknya yang rewel agar tidak rewel. So, accept it, be joyful even when it hurts. And start to feel the healing process comes in faster.

Kita akan punya hati dan pikiran lebih fokus dan tenang dalam memutuskan semua hal setiap hari mengenai kondisi kita. Belajar untuk mendoakan orang lain yang jauh lebih membutuhkan, jauh lebih parah dari kita. Rasakan penderitaan mereka dari penderitaan yang kita rasakan. Be a blessing!

Ingat ayat2 ini sebagai kekuatan mu :

Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi. (Yosua 1:9)

janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangankanan-Ku yang membawa kemenangan. (Yesaya 41:10)

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Korintus 12:9)

*** Also check on my other blog untuk resep2 menu makanan sehat ku di www.sashabakes.id

One thought on “Aku hanya sedang berada di Baby Walker dan menunggu

  1. Natalia says:

    Thankss ci Marlisa utk setiap katanya yg menguatkan ini. I’m blessed
    Aku pun sdg dlm kondisi ini flare up ke 2. Aku akan terus berjuang dgn sukacita dari Tuhan.

    Waktu Tuhan pasti yang terbaik.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s