Lead Like Jesus – Leadership Beyond Status

Setiap kita adalah seorang pemimpin, paling tidak bagi diri kita sendiri, bukan? At one point, kita pasrti akan di perhadapkan dengan situasi dan kondisi yang memaksa kita untuk tampil sebagai pemimpin. Dan kepemimpinan menurut saya bukanlah sebuah bakat, tidak ada orang yang lahir dengan skill kepemimpinan yang baik. Kepemimpinan adalah bagaimana karakter bertemu dengan pengalaman dan bagaimana kita memiliki sebuah sosok role model yang bisa mencontohkan seperti apa itu kepemimpinan yang baik.

Dan tidak ada contoh yang lebih baik daripada Tuhan kita, Yesus Kristus. Dia adalah seorang teladan dalam hal kepemimpinan. Tidak percaya? Simak beberapa teladan yang Ia telah ajarkan dalam Alkitab. (Rangkuman dari khotbah Ps. Philip Mantofa)

SEORANG PEMIMPIN ITU : MEMAMPUKAN

Sangat mudah untuk kita sebagai seorang pemimpin untuk menghakimi mereka yang kita pimpin, bukan?! sangat mudah untuk kita berfikir bahwa orang tersebut mungkin melakukan sesuatu / menyampaikan sesuatu out of respect kepada kita, pemimpinnya. Atau saat kita merasa orang tersebut memiliki double agenda. Bahkan saat kita memimpin anak kita sendiri, seringkali kita merasa bahwa sang anak sengaja melakukan sebuah kesalahan.

Namun tak jarang kita lupa tugas kita sebagai seorang pemimpin, yaitu memampukan semua orang yang kita pimpin. Ada beberapa hal yang perlu kita tanyakan pada diri kita sendiri dalam memimpin :

“Sudahkah kita memperlengkapi orang-orang yang kita pimpin senantiasa?” “Sudahkah kita memberikan materi-materi untuk menumbuhkan karakter mereka untuk lebih positif?”

Atau jangan-jangan kita hanya mengeluhkan hal-hal yang kita tidak suka dari orang yang kita pimpin tanpa kita terlebih dahulu memberikan contoh dan memampukan / memperlengkapi mereka?

  • Jangan pernah mandiri dari Bapa

Pemimpin yang hebat adalah orang yang melahirkan pemimpin-pemimpin yang sama hebat dan bahkan lebih hebat dari dirinya.

Lukas 6:12 (Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa 1 kepada Allah.)

Matius 14:23 (Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa j  seorang diri 2 . Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.)

Belajar dari Tuhan Yesus, salah satu kunci yang sangat penting untuk kita bisa menjadi seorang pemimpin yang baik adalah jangan pernah mandiri dari Allah Bapa. Ibarat kita adalah seorang anak kecil, tentu dalam melakukan segala hal, sedikit banyak pasti di pengaruhi dari apa yang dilakukan papa kita. Jika Yesus yang adalah seorang teladan masih terus mendekatkan diri dengan Bapa, maka tentu kita juga.

Lalu, Untuk tahu apakah kita ini sudah menjadi pemimpin yang memampukan itu bagaimana? Untuk melihat kualitas seorang pemimpin, janganlah bertanya pada sang pemimpin, tapi tanyalah pada orang-orang yang dipimpinnya (Lihatlah pohon dari buahnya bukan?). Apakah hari ini orang-orang yang kita pimpin merasa dirinya lebih semangat? lebih percaya diri? berubah menjadi orang yang lebih baik?

  • Settle down, fokus dan jangan berpindah-pindah

Lukas 9:3 (kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.)

Dalam firman di atas, mungkin kita bingung yah, kenapa Tuhan kok rasanya ga masuk akal melarang kita mempersiapkan diri?

Namun tahukah, ternyata maksud Tuhan disini bukanlah untuk melarang kita menyiapkan “senjata” untuk dalam kasus ini melayani, namun bisa juga kita cerminkan ke pekerjaan, dll. Tapi yang menjadi maksud Tuhan adalah, justru kita inilah yang seharusnya menjadi “senjata” itu.

1 Raj 17:13-14 (Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. 17:14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan m  ke atas muka bumi.”(

Dari ayat di atas, kita bisa bawa ke dalam kepemimpinan kita. Dimana Elia disini tidak perlu membawa “senjata perlengkapan” dalam “pekerjaan atau tugasnya”, namun justru dengan kehadiran Elia, Elia malah memperlengkapi si janda sarfat sehingga rumahnya tidak kehabisan minyak dan tepung.

Sudahkah kita menjadi orang yang memperlengkapi orang lain dengan kehadiran kita? Tidak harus berupa materi, namun telada, sumber inspirasi, semangat atau sumber energi positif.

 

SEORANG PEMIMPIN ITU : MENGINSTRUKSIKAN

Jadilah pemimpin yang ‘followable’ alias mudah di ikuti, tidak misterius, tidak membingungkan, tidak bentar A bentar B. Jangan jadi seorang pemimpin yang mendelegasikan tugas tanpa memberikan kejelasan sehingga orang yang kita delegasikan tugas malah bingung bagaimana mengerjakannya tapi juga takut menanyakannya.

Matius 17:27 (Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan r  bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”)

Yohanes 12:6 *Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu 1 , maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. l)

Belajar dari Tuhan Yesus, Tuhan tuh selalu memberikan instruksi dalam segala hal yang Ia tugaskan pada murid-muridNya. Murid-muridNya mungkin boleh bingung akan tujuan instruksi yang Ia berikan, namun, tentang apa yang harus mereka lakukan atau tentang apa yang menjadi tugas mereka, itu sangat jelas di instruksikan Tuhan kepada mereka.

  • Gunakan bahasa yang membangun

Tangkap basah hal baik yang dilakukan orang yang kamu pimpin dan berikan afirmasi positif. Berikan pujian pada hal baik dan tetap gunakan bahasa yang membangun saat menegor.

Matius 25:21 (Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara q  kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.)

Seorang pemimpin adalah seorang yang menanggung kesalahan orang yang di pimpinnya sehingga don’t give your dirty work to your people. Perlakukan orang yang kita pimpin sebagaimana kita ingin di perlakukan, which is with respect.

Sehingga saat menegur, berikanlah teguran dan nasihat yang membangun agar mereka bisa berubah lebih baik, dan bukan untuk menghukum.

  • Jangan menuntut kesempurnaan, but make it works

Menjadi pemimpin sesungguhnya ibarat menjadi seorang orang tua. Sebagai orang tua, kita tentu sudah tertanam fakta dimana tidak ada anak yang sempurna. Dan sama dengan orang yang kita pimpin, tidak ada yang sempurna.

Setiap manusia pasti melakukan kesalahan. Sehingga ketika terjadi sebuah kesalahan, nasi sudah menjadi bubur, kita bisa jadikan bubur tersebut masih enak untuk di nikmati walaupun memang berbeda dengan nasi.

so, make it work together.

Ingat cerita dimana Yesus menyuruh murid-muridnya pulang namun yang terjadi ialah perahu mereka di ombang-ambingkan? (Matius 14:22-33) – Tuhan Yesus selalu membuat segala yang terlihat sebagai sebuha kesalahan menjadi sebuah hal yang justru memberkati dan berakhir baik.

 

SEORANG PEMIMPIN ITU : MEMPERSIAPKAN

Matius 10:16 (“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, n  sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.)

Tuhan Yesus selalu mempersiapkan murid-muridNya akan hal-hal buruk yang akan datang, He prepares them for the worst. Terlebih saat makin dekat waktu Tuhan disalibkan, berkali-kali Ia selalu memperingatkan bahkan menubuatkan hal-hal yang akan terjadi di depan murid-muridNya.

Dia selalu mempersiapkan kita untuk menghadapi apa yang ada di depan kita.

Sudahkah kita mempersiapkan orang-orang yang kita pimpin untuk kemungkinan terburuk yang akan terjadi? Atau kita hanya menjerumuskan “bawahan” kita saat hal terburuk terjadi agar kita tidak ikut terjerumus?

Sebagai seorang pemimpin, kita harus BE READY TO GO FAR WITH OUR TEAM. Dan selalu speak up, selalu memberi rhema walaupun kondisi sedang buruk.

 

SEORANG PEMIMPIN ITU : MEMINTA PERTANGGUNG JAWABAN

Menjadi seorang pemimpin itu jangan lupa akan apa dan kepada siapa kita delegasikan sebuah tugas. Seorang pemimpin yang tidak bertanggung jawab akan apa dan siapa yang dia delegasikan tugas akan membuat orang merasa frustasi karena sudah pasti tidak akan ada pencapaian atau kepuasan.

Belajar dari Tuhan yang selalu bertanya pada murid-muridNya, “apa yang kamu lihat?” “apa yang kamu pelajari?”, “apa yang kamu lakukan dengan 1 talenta, 5 talenta dan 10 talenta?”

kita pun harus melakukan follow up kepada mereka yang kita delegasikan tugas.

  • Work extra miles

Seorang pemimpin yang baik pasti adalah seorang bawahan yang baik. Yang tidak pernah berhenti saat di kritik atau di tegur namun justru semakin bertumbuh dan berubah lebih baik. Jika kita hari ini adalah seorang bawahan, percayalah bahwa suatu hari, kita pasti akan menjadi seorang pemimpin. Dan menjadi seorang pemimpin tidak dimulai saat kita di promosi, namun dimulai sekarang saat kita menjadi bawahan.

Seperti Daud yang di perintahkan untuk membawa 100 kulit katan, ia bawa 200 kulit katan kepada saul. Belajar untuk tidak mengeluh saat diberikan sebuah pekerjaan, tapi justru belajar untuk memberikan yang terbaik. Karena inilah persiapan kita untuk menjadi seorang pemimpin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s