[ENG/IND] Why do you look for the living among the dead? / Mengapa kamu mencari yang hidup di antara yang mati?

[ENG] Today i have a strong message to all of you who are in a burden, who thought that your life is a dead end. I will share one verse from the bible and only one verse today.

In their fright the women bowed down with their faces to the ground, but the men said to them, “Why do you look for the living among the dead? (Luke 24:5)

Who on earth never face a problem? Everyone got at least one right now, right?! And every problem is hard for the person who face it, what i mean to say is that maybe someone else’s problem seems easy for you, but it’s probably could cause his life for it — and the same goes to your problem too.

When i face my severe eczema, someone once said to me that if she was in my place then it would not stress her out like it did to me, not like what she was facing at that time – which is forgiving her enemy. Well, for me, forgiving my enemy is a lot easier (read my post where i forgive my own father here) than facing a broken-oozing skin from head to toe.

Struggling through a problem could make us feel dead inside, and this is true. When i was on severe eczema, i have thought about death couple of times. Everyhting seems to be not important for me anymore, because it seems that there is no other way – it’s a dead end for me, for my skin and for my life. I tried to break up with my boyfriend and quit my job because i can’t see a bright future of me being healthy again (another dead end on my mind and faith). Living in a “dead end” scenes is killing you slowly.

I forgot about my Living God between all these mess. I forgot that He is much alive, that He still does miracles up until today, and is there and still care about me. One of my supranatural experience with God is when i was in my most miserable time, all i did was screaming slash crying out loud in my room ( i can’t even say anything anymore, all i did was screaming) because it’s too bitter for my heart and has finally got me losing control. Suddenly, when i was bowing and kneeling down screaming, i felt His feet in front of me, it felt like i was sitting on his lap. At that moment, all i could do is cry — feeling His presence, i feel save, i feel that He is too crying with me and eventhough my skin was still a nightmare, but once i felt His presence, i know that i will be saved. I don’t know how and when but i know i will be rescued. I will never forget that experience – and it has become my strength up until today whenever i’m struggling.

Don’t we often forget having a Living God? When we struggle, all we do is struggling in our dead end scenes. Let me say this today, that we have a Living God and not a dead one. Not a dead God who can’t answer and save us, not a dead God who can’t cry with us and simply not a dead God who doesn’t care about us.

He is a living God means that He is there with you, He cares, He answers, He will save you, rescue you and He is doing something right now. We might not understand and see it clearly because our eyes are blinded with so much struggles, but feel His love and you’ll know that your life today is still in His hands. Faith is to see the unseen, trust the unseen health, unseen success, unseen happy marriage, or unseen healing which you desire the most today.

Another tips from me is that whenever you are facing a dead end or anything, just bow down and pray. And i mean simply bow, bow lower to the ground. When i bow to the ground, i surrender all of my tears and struggles to Him — it’s my gesture of handing over my sadness, my problems to Him, it’s a gesture of my faith to Him which say that, “Jesus, i am in.”

Remember, don’t look for our Living God among the dead. He is alive and that is your answer to everything.

_______

[IND] Hari ini saya membawa pesan yang kuat bagi mereka yang sedang bergumul dan menghadapi jalan buntu. Saya akan menbagikan 1 ayat dari Alkitab hari ini dan hanya 1 ayat saja.

Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? (Lukas 24:5)

Siapa di dunia ini yang tak memiliki masalah? Setiap orang pasti punya paling tidak 1 masalah hari ini, bukan?! Dan setiap masalah itu terasa berat bagi dia yang menghadapinya. Yang saya maksudkan adalah, bisa saja masalah orang lain terasa ringan bagi kita namun sebaliknya bisa saja masalah kita justru yang terasa ringan bagi orang lain. Setiap orang memiliki kapasitasnya masing-masing.

Ketika saya menghadapi Eksim Akut, seseorang pernah berkata pada saya bahwa jika hal itu terjadi padanya maka itu tidak akan membuatnya stres seperti saya, namun justru masalah yang dia hadapi saat itu yang adalah mengampuni musuhnya terasa berat baginya. Dan benar saja kan, masalah dia yang adalah mengampuni musuhnya jauh lebih mudah dibandingkan eksim akut, jika saya yang menghadapinya (baca bagaimana saya mengampuni ayah saya disini).

Menghadapi masalah seringkali membuat kita merasa “mati” atau buntu. Kembali lagi ketika saya mengalami eksim, saya telah memikirkan kematian beberapa kali. Semuanya menjadi tidak lagi penting buat saya — karena rasanya sudah tidak ada jalan keluar, sudah buntu baik untuk kulit ataupun hidup saya. Saya mencoba putus dari hubungan saya saat itu dan berhenti bekerja, karena saya tak bisa melihat masa depan saya sehat kembali (lihat bagaimana buntu pikiran saya). Pikiran yang mati dan buntu ini dapat membunuh kita perlahan-lahan.

Di tengah kekacauan itu, saya lupa akan Tuhan saya yang hidup. Saya lupa bahwa Dia adalah Allah yang hidup, bahwa Dia masih mengerjakan mujizat sampai hari ini, dan masih bersama saya dan bahkan peduli. Salah satu pengalaman supranatural saya bersama Tuhan adalah saat saya sudah berada di jalan buntu, yang dapat saya lakukan hanya berteriak dan menangis sekencang-kencangnya di dalam kamar saya — saat itu rumah saya sedang kosong, dan saat saya masuk ke kamar, saya hanya terjatuh berlutut dan berteriak menangis, tak ada kata yang sanggup saya keluarkan, hati saya begitu pahit dan gelap, saya merasa tak lagi sanggup hidup. Namun, ditengah-tengah kondisi itu, tiba-tiba saya merasakan kaki Tuhan di depan saya. Rasanya seperti saya sedang duduk di bawah kaki-Nya seperti maria saudara marta. Saat saya merasakan hadiratNya, yang bisa saya lakukan hanyalah menangis. Saya merasa aman, dan saya merasa bahwa Tuhan saat itu juga sedang menangis bersama-sama dengan saya! Dan saat itu saya tahu bahwa Dia akan menyelamatkan hidup saya. Saya tidak tahu kapan dan bagaimana tapi saya tahu pasti Tuhan akan selamatkan saya! Saya tidak akan melupakan pengalaman itu dan bahkan itu menjadi kekuatan saya setiap kali saya menghadapi masalah.

Bukankah kita seringkali lupa bahwa kita memiliki Allah yang hidup? Ketika hari ini kamu bergumul di dalam jalan buntu kita, ijinkan saya untuk berkata bahwa Allah yang kita miliki adalah Allah yang hidup dan bukan yang mati. Bukan allah yang mati yang tidak dapat menjawab dan menyelamatkan kita, bukan allah yang mati yang tidak dapat menangis bersama kita dan bukan allah yang mati yang tidak peduli akan hidup kita.

Dia adalah Allah yang hidup, dan itu berarti Dia adalah Allah yang ada bersama kita, Dia peduli, Dia menjawab, Dia akan menyelamatkan hidupmu dan bahwa Dia sedang melakukan sesuatu sekarang untuk masalahmu. Kita mungkin tidak mengerti dan melihat jalanNya karena telah dibutakan oleh masalah, namun rasakan kasihNya maka kamu akan tahu bahwa hidupmu hari ini masih berada di tanganNya. Iman adalah melihat yang tak terlihat, percaya pada kesehatan yang belum terlihat, kesuksesan yang belum terlihat, pernikahan bahagia yang belum terlihat dan kesembuhan yang belum terlihat hari ini.

Tips lainnya dari saya adalah setiap kali kamu menghadapi jalan buntu, berlututlah dan berdoalah. Dan yang saya maksudkan adalah benar-benar berlututlah sampai ke tanah. Ketika saya menghadapi masalah, saya berlutut dihadapanNya sebagai tanda bahwa saya menyerahkan segala kesedihan dan masalah dan hati saya untuk diubah olehNya. Sebagai tanda bahwa, “Tuhan Yesus, saya ikut rancanganMu”.

Ingat, jangan cari allah yang mati tapi lihatlah kepada Allah kita yang hidup, Yesus Kristus. Dia hidup dan adalah jawabanmu untuk segala yang kamu hadapi hari ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s